LAPORAN KEUANGAN,NERACA,LABA RUGI,DAN ARUS KAS
ROFI'ATUL HASANAH
130411612506
PTTN A'13
Dalam
sebuah kegiatan Perusahaan Manajemen Keuangaan mempunyai tujuan untuk
subtantibility,memaksimumkan nilai perusahaan,mensejahterakan para pemegang
saham,serta meningkatkan laba perusahaan. Dalam kegiatannya untuk mewujudkan
tujuan tersebut manajemen keuangan wajib memberikan laporan keuangan secara
sitematik dan periodik terutama kepada para pemegang saham sebagai bukti aliran
dana serta sebagai bahan evaluasi atas kinerja yang dilakukan manajemen
keuangan selama periode tertentu.
1.
Definisi Laporan Keungan
Laporan keungan merupakan laporan
yang menggambarkan keadaan keuangan (financial)
suatu perusahaan pada periode tertentu dengan menganalisis aliran dana
perusahaan baik dalam hal pendapatan,pengeluaran serta perhitungan laba.
Laporan keuangan sangat dibutuhkan perusahaan sebagai bukti dari manajemen
keuangan kepada para manajemen lainnya,kreditur,para pemegang saham serta
pihak-pihak lain yang mempunyai kepentingan dalam perusahaan untuk menunjukkan
kondisi keuangan (financial)
perusahaan.
2.
Jenis-Jenis Laporan Keuangan
Ø Neraca
Neraca
merupakan laporan keuangan suatu perusahaan yang melaporkan kekayaan
(aset),kewajiban keuangan serta modal(ekuitas) perusahaan pada periode waktu
tertentu
|
AKTIVA
|
PASSIVA
|
||
|
AktivaLancar
|
|
Hutang
|
|
|
Kas
|
Rp 20.000.000
|
Hutangdagang
|
Rp 20.000.000
|
|
Piutang
|
Rp 15.000.000
|
Hutangobligasi
|
Rp 50.000.000
|
|
Persediaan
|
Rp 15.000.000
|
|
|
|
Perlengkapan
|
Rp 10.000.000
|
|
|
|
|
Rp
60.000.000
|
|
|
|
AktivaTetap
|
|
Modal
|
|
|
Peralatan
|
Rp 15.000.000
|
Modal Sendiri
|
Rp 75.000.000
|
|
Gedung
|
Rp 60.000.000
|
Saham
|
Rp 100.000.000
|
|
Tanah
|
Rp 50.000.000
|
|
|
|
Kendaraan
|
Rp 60.000.000
|
|
|
|
TOTAL AKTIVA
|
Rp 245.000.000
|
TOTAL PASSIVA
|
Rp 245.000.000
|
Gambar 1.1
Contoh Neraca
ASET
= KEWAJIBAN + MODAL
Ø Laporan Laba-Rugi
Dalam
tujuan manajemen keuangan perusahaan adalah menginginkan adanya laba. Laporan
Laba-rugi merupakan laporan yang disusun untuk menggambarkan keberhasilan
(laba) atau kegagalan (rugi) dalam operasi perusahaan dalam suatu periode tertentu.
|
Pendapatanperusahaan
|
|
Rp 250.000.000
|
|
|
|
|
|
Beban-bebanoperasional
(termasukdepresiasiRp 1.000.000)
|
|
(Rp 90.000.000)
|
|
Labaoperasi
|
|
Rp 160.000.000
|
|
Bunga
|
|
(Rp 50.000.000)
|
|
EBIT
|
|
Rp
110.000.000
|
|
Pajak
|
|
(Rp
11.000.000)
|
|
EAT
|
|
Rp 99.000.000
|
Gambar 1.2
Laporan
laba-rugi
LABA
BERSIH= PENDAPATAN – BEBAN
Ø Laporan
Arus Kas
Laporan
arus kas merupakan laporan yang menggambarkan besar penerimaan dan pengeluaran
perusahaan dalam suatu periode tertentu.
Laporan
Arus Kas dibedakan menjadi tiga yaitu:
a) Arus
Kas Operasi
Arus kas operasi adalah kas yang berasal
dari aktivitas bisnis perusahaan secara normal.Dalam penghitungan arus kas operasi
didasarkan pada penjualan dikurangi beban (tidak termasuk penyusutan danbunga,
tapi memasukkan pajak karenapajak di bayar dengankas)
b) Arus Kas Investasi
Arus kas investasi
bersih adalah kas yang dikeluarkan untuk aktiva tetap dikurangi kas yang
diterima dari penjualan aktiva tetap.
c) Arus Kas Pendanaan
Arus kas
pendanaan adalah kas yang berkenaan dengan penggunaan dan perolehan sumber dana.
C. Analisis Laporan
Keuangan
Analisis keuangan
dilakukan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan perusahaan. Informasi tersebut
berguna sebagai bahan pertimbangan pengambilan keputus an di masa depan dan untuk
menilai bagaimana kinerja manajemen. Analisis laporan keuangan biasanya
dilakukan oleh para para pemberi modal seperti kreditor,investor dan oleh
perusahaan itu sendiri. Adapun alat yang dapat dilakukan untuk mengetahui informasi
tersebut adalah dengan analisis rasio keuangan.
Ada lima aspek
rasio keuangan dalam perusahaan;
1.
Konsep Likuiditas (Liquidity Ratio)
Rasio ini
merupakan gambaran kemampuan perusahaan dalam melunasi hutang jangka pendek
dalam waktu kurang dari satu tahun.
. Cara
mengukurnya dengan:
a.
Current Ratio,
Mengukur kemampuan
perusahaan untuk membayar hutang jangka pendek dengan menggunakan aktiva sendiri.
b.
Quick Ratio,
Cara mengukurnya
hampir sama dengan current ratio tapi tidak menyertakan persediaan karena kurang
liquid.
c.
Cash ratio,
Mengukur
kemampuan perusahaan dengan melihat jumlah kas dan surat berharga untuk membayar
hutang. Semakin tinggi rasio kondisi perusahaan semakin baik.
2.
Activity ratio,
Rasio keuangan
perusahaan yang mencerminkan perputaran suatu aktiva yang mencerminkan
aktivitas perusahaan. Besar kecilnya activity ratio dapat dihitung dengan cara:
a.
Inventory turnover,
Mengukur kemampuan
perputaran persedian dalam menghasilkan penjualan.
b.
Average days in inventory,
Mengukur
rata-rata hari dana terikat dalam persediaan.
c.
Receivable turnover,
Mengukur perputaran
piutang dalam menghasilkan penjualan.
d.
Days sales outstanding,
Mengukur waktu penerimaan
kas dari penjualan.
e.
Fixed assets turnover,
Mengukur efektivitas
penggunaan aktiva tetap untuk menghasilkan penjualan
f.
Total assets turnover,
Mengukur efektivitas
penggunaan seluruh aktiva untuk menghasilkan penjualan.
3.
Profitability Ratio,
Mengukur kemampuan
perusahaan untuk menghasilkan laba dengan mendayagunakan semua yang dimiliki perusahaan.
a.
Return of assets,
Mengukur kemampuan
perusahaan menghasilkan laba dengan mendaya-gunakan seluruh asset perusahaan setelah
pajak.
b.
Return on equity,
Mengukur kemampuan
perusahaan dalam menghasilkan laba setelah pajak dengan menggunakan modal
sendiri.
c.
Basic earning power
4.
Leverage Ratio,
Ratio ini mengukur menggunakan hutang dalam pembelanjaan
perusahaan. Cara mengukurnya dapat dilakukan dengan cara:
a.
Debt ratio,
Mengukur proporsi
dana yang bersumber dari hutang untuk membiayai perusahaan.Semakin tinggi rationya
semakin tinggi resiko keuangan perusahaan.
b.
Times interest earned ratio,
Mengukur kemampuan
perusahaan untuk membayar beban sebelum pajak dan bunga. Semakin tinggi rationya
maka semakin baik kemampuan perusahaan untuk membayar bunga.
c.
Long-term debt to equity ratio, Mengukur perbandingan penggunaan hutang jangkapanjang
dengan modal sendiri. Semakin tinggi ratio maka semakin tinggi pula resiko keuangan
perusahaan.
5.
Market value ratio,
Berkaitan dengan
penilaian kinerja saham perusahaan yang telah didagangkan di pasar modal.
Market value ratio dapat dihitung dengan cara:
a.
Price earnings ratio,
Menilai prospek pertumbuhan
perusahaan di masa depan.
b.
Dividend yield,
Berapa besar tingkat
laba berupa deviden yang mampu dibayarkan
kepada pemegang saham.
c.
Dividend payout ratio,
Menyangkut berapa
besar laba bersih setelah pajak yang mampu dibayarkan kepada pemegangsaham.
d.
Market to book ratio,
Mengukur penilaian
perusahaan terhadap manajemen dan organisasi.
Daftar Rujukan
Harmono.2011.Manajemen Keuangan Berbasis Balanced Scorecard Pendekatan Teori,Kasus,dan Riset Bisnis.Jakarta:Bumi Aksara
Syamsuddin,Lukman.2011.Manajemen Keuangan Perusahaaan:Jakarta:P Raja Grafindo Persada
Sudana, I Wayan.2011. ManajemenKeuangan Perusahaan
TeoridanPraktik.Jakarta :Erlangga
Husnan, Suad. 2001. ManajemenKeuangan Perusahaan edisi 4.Jogjakarta
: BPFE
Jusup, Al. Haryono.2011.
Dasar-DasarAkuntansiJilid 1 edisi 7.Yogyakarta
: STIE YayasanKeluargaPahlawan Negara
No comments:
Post a Comment