Monday, September 1, 2014

LAPORAN KEUANGAN,NERACA,LABA RUGI,DAN ARUS KAS - Tugas 2

LAPORAN KEUANGAN,NERACA,LABA RUGI,DAN ARUS KAS
ROFI'ATUL HASANAH
130411612506
PTTN A'13 
Dalam sebuah kegiatan Perusahaan Manajemen Keuangaan mempunyai tujuan untuk subtantibility,memaksimumkan nilai perusahaan,mensejahterakan para pemegang saham,serta meningkatkan laba perusahaan. Dalam kegiatannya untuk mewujudkan tujuan tersebut manajemen keuangan wajib memberikan laporan keuangan secara sitematik dan periodik terutama kepada para pemegang saham sebagai bukti aliran dana serta sebagai bahan evaluasi atas kinerja yang dilakukan manajemen keuangan selama periode tertentu.

1. Definisi Laporan Keungan
            Laporan keungan merupakan laporan yang menggambarkan keadaan keuangan (financial) suatu perusahaan pada periode tertentu dengan menganalisis aliran dana perusahaan baik dalam hal pendapatan,pengeluaran serta perhitungan laba. Laporan keuangan sangat dibutuhkan perusahaan sebagai bukti dari manajemen keuangan kepada para manajemen lainnya,kreditur,para pemegang saham serta pihak-pihak lain yang mempunyai kepentingan dalam perusahaan untuk menunjukkan kondisi keuangan (financial) perusahaan.

2. Jenis-Jenis Laporan Keuangan
Ø  Neraca
Neraca merupakan laporan keuangan suatu perusahaan yang melaporkan kekayaan (aset),kewajiban keuangan serta modal(ekuitas) perusahaan pada periode waktu tertentu


Text Box: PT Sukses Sejahtera
NERACA
Per 31 Desember 2013
 




AKTIVA
PASSIVA
AktivaLancar

Hutang

Kas
Rp 20.000.000
Hutangdagang
Rp 20.000.000
Piutang
Rp 15.000.000
Hutangobligasi
Rp 50.000.000
Persediaan
Rp 15.000.000


Perlengkapan
Rp 10.000.000



Rp 60.000.000


AktivaTetap

Modal

Peralatan
Rp 15.000.000
Modal Sendiri
Rp 75.000.000
Gedung
Rp 60.000.000
Saham
Rp 100.000.000
Tanah
Rp 50.000.000


Kendaraan
Rp 60.000.000


TOTAL AKTIVA
Rp 245.000.000
TOTAL PASSIVA
Rp 245.000.000
Gambar 1.1
Contoh Neraca
ASET = KEWAJIBAN + MODAL

Ø  Laporan Laba-Rugi
            Dalam tujuan manajemen keuangan perusahaan adalah menginginkan adanya laba. Laporan Laba-rugi merupakan laporan yang disusun untuk menggambarkan keberhasilan (laba) atau kegagalan (rugi) dalam operasi perusahaan dalam suatu periode tertentu.





Text Box: PT MERPATI PUTIH
LAPORAN LABA RUGI
Per 31 Desember 2014
 




Pendapatanperusahaan

Rp 250.000.000



Beban-bebanoperasional (termasukdepresiasiRp 1.000.000)

(Rp 90.000.000)
Labaoperasi

Rp 160.000.000
Bunga

(Rp    50.000.000)
EBIT

Rp   110.000.000
Pajak

(Rp      11.000.000)
EAT

Rp    99.000.000

Gambar 1.2
Laporan laba-rugi
LABA BERSIH= PENDAPATAN – BEBAN

Ø  Laporan Arus Kas
Laporan arus kas merupakan laporan yang menggambarkan besar penerimaan dan pengeluaran perusahaan dalam suatu periode tertentu.
Laporan Arus Kas dibedakan menjadi tiga yaitu:
a) Arus Kas Operasi
       Arus kas operasi adalah kas yang berasal dari aktivitas bisnis perusahaan secara normal.Dalam penghitungan arus kas operasi didasarkan pada penjualan dikurangi beban (tidak termasuk penyusutan danbunga, tapi memasukkan pajak karenapajak di bayar dengankas)

b) Arus Kas Investasi

Arus kas investasi bersih adalah kas yang dikeluarkan untuk aktiva tetap dikurangi kas yang diterima dari penjualan aktiva tetap.
c) Arus Kas Pendanaan
Arus kas pendanaan adalah kas yang berkenaan dengan penggunaan dan perolehan sumber dana.

 C. Analisis Laporan Keuangan
Analisis keuangan dilakukan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan perusahaan. Informasi tersebut berguna sebagai bahan pertimbangan pengambilan keputus an di masa depan dan untuk menilai bagaimana kinerja manajemen. Analisis laporan keuangan biasanya dilakukan oleh para para pemberi modal seperti kreditor,investor dan oleh perusahaan itu sendiri. Adapun alat yang dapat dilakukan untuk mengetahui informasi tersebut adalah dengan analisis rasio keuangan.
Ada lima aspek rasio keuangan dalam perusahaan;

1.      Konsep Likuiditas (Liquidity Ratio)
Rasio ini merupakan gambaran kemampuan perusahaan dalam melunasi hutang jangka pendek dalam waktu kurang dari satu tahun.
. Cara mengukurnya dengan:
a.      Current Ratio,
Mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar hutang jangka pendek dengan menggunakan aktiva sendiri.
b.      Quick Ratio,
Cara mengukurnya hampir sama dengan current ratio tapi tidak menyertakan persediaan karena kurang liquid.


c.       Cash ratio,
Mengukur kemampuan perusahaan dengan melihat jumlah kas dan surat berharga untuk membayar hutang. Semakin tinggi rasio kondisi perusahaan semakin baik.

2.      Activity ratio,
Rasio keuangan perusahaan yang mencerminkan perputaran suatu aktiva yang mencerminkan aktivitas perusahaan. Besar kecilnya activity ratio dapat dihitung dengan cara:
a.      Inventory turnover,
Mengukur kemampuan perputaran persedian dalam menghasilkan penjualan.
b.      Average days in inventory,
Mengukur rata-rata hari dana terikat dalam persediaan.
c.       Receivable turnover,
Mengukur perputaran piutang dalam menghasilkan penjualan.
d.      Days sales outstanding,
Mengukur waktu penerimaan kas dari penjualan.
e.       Fixed assets turnover,
Mengukur efektivitas penggunaan aktiva tetap untuk menghasilkan penjualan
f.        Total assets turnover,
Mengukur efektivitas penggunaan seluruh aktiva untuk menghasilkan penjualan.

3.      Profitability Ratio,
Mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dengan mendayagunakan semua yang dimiliki perusahaan.
a.      Return of assets,
Mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba dengan mendaya-gunakan seluruh asset perusahaan setelah pajak.
b.      Return on equity,
Mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba setelah pajak dengan menggunakan modal sendiri.
c.       Basic earning power

4.      Leverage Ratio,
 Ratio ini mengukur menggunakan hutang dalam pembelanjaan perusahaan. Cara mengukurnya dapat dilakukan dengan cara:
a.      Debt ratio,
Mengukur proporsi dana yang bersumber dari hutang untuk membiayai perusahaan.Semakin tinggi rationya semakin tinggi resiko keuangan perusahaan.
b.      Times interest earned ratio,
Mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar beban sebelum pajak dan bunga. Semakin tinggi rationya maka semakin baik kemampuan perusahaan untuk membayar bunga.
c.       Long-term debt to equity ratio, Mengukur perbandingan penggunaan hutang jangkapanjang dengan modal sendiri. Semakin tinggi ratio maka semakin tinggi pula resiko keuangan perusahaan.

5.      Market value ratio,
Berkaitan dengan penilaian kinerja saham perusahaan yang telah didagangkan di pasar modal. Market value ratio dapat dihitung dengan cara:
a.      Price earnings ratio,
Menilai prospek pertumbuhan perusahaan di masa depan.

b.      Dividend yield,
Berapa besar tingkat laba berupa deviden  yang mampu dibayarkan kepada pemegang saham.
c.       Dividend payout ratio,
Menyangkut berapa besar laba bersih setelah pajak yang mampu dibayarkan kepada pemegangsaham.
d.      Market to book ratio,
Mengukur penilaian perusahaan terhadap manajemen dan organisasi.
Daftar Rujukan
Harmono.2011.Manajemen Keuangan Berbasis Balanced Scorecard Pendekatan Teori,Kasus,dan Riset Bisnis.Jakarta:Bumi Aksara
Syamsuddin,Lukman.2011.Manajemen Keuangan Perusahaaan:Jakarta:P Raja Grafindo Persada
Bringham, Eugene. 2001. ManajemenKeuanganedisi 8.Jakarta :Erlangga
 Sudana, I Wayan.2011. ManajemenKeuangan Perusahaan TeoridanPraktik.Jakarta :Erlangga
Husnan, Suad. 2001. ManajemenKeuangan Perusahaan edisi 4.Jogjakarta : BPFE
Jusup, Al. Haryono.2011. Dasar-DasarAkuntansiJilid 1 edisi 7.Yogyakarta : STIE YayasanKeluargaPahlawan Negara

 

No comments:

Post a Comment