Monday, September 22, 2014
Monday, September 15, 2014
Monday, September 8, 2014
Pasar Keuangan Bab 3
PASAR
KEUANGAN
ROFI’ATUL
HASANAH
130411612506
Sektor keuangan dalam sebuah sistem
perekonomian merupakan bagian yang sangat penting dari lingkungan manajemen
keuangan yang terdiri dari pasar keuangan,lembaga keuangan dan instrument
keuangan.Para manajer keuangan dalam melakukan usaha penginvestasian modal di
sector keuangan melakukan kerjasama dengan lembaga-lembaga keuangan dan
instrument keuangan. Dalam hal ini manajer keuangan melakukan kerjasama dengan
pasar keuangan. Tugas pasar keuangan disini adalah mengalokasikan dana keuangan
secara efektif dan efisien dalam perekonomian.Manajer keuangan memanfaatkan
pasar keuangan untuk memperoleh dana yang dibutuhkan perusahaan untuk
pertumbuhan bisnis dan keperluan perusahaan.
- · Definisi Pasar Keuangan
Pasar keuangan merupakan tempat
terjadinya transaksi penjualan dan pembelian yang berkaitan dengan keuangan (
saham,obligasi dan surat berharga, dll). Pasar keuangan mempunyai peranan yang
sangat penting dalam manajemen keuangan, oleh karena itu manajemen keuangan
harus menguasai dengan baik mekanisme pasar keuangan.
- · Tujuan dari pasar keuangan adalah
- Menjembatani proses pemindahan dana
- Mendorong pembentukan modal
- Menciptakan harga pasar yang wajar
- · Fungsi Pasar Keuangan
Pasar keuangan berfungsi sebagai media pembentukan modal sehingga dalam
jangka panjang memberikan kontribusi yang positif kepada perekonomian Negara. Pasar keuangan menentukan harga aktiva yang diperdagangkan
melalui interaksi antara penjual dan pembeli (price discovery process).Pasar keuangan menyediakan suatu mekanisme bagi
investor untuk menjual aktiva kewajibannya. Karena kegunaannya tersebut, pasar
keuangan dianggap dapat menawarkan suatu likuiditas, yaitu kemampuan untuk
mengubah aktiva menjadi kas. Fungsi ekonomi pasar keuangan yang selanjutnya adalah kemampuannya
untuk menurunkan biaya transaksi. Dua biaya dihubungkan dengan usaha transaksi:
biaya pencarian dan biaya informasi. Biaya pencarian mengacu kepada biaya
eksplisit, seperti biaya iklan dan biaya implicit seperti waktu yang dihabiskan
untuk menemukan penjual atau pembeli. Biaya informasi merupakan biaya yang
dikeluarkan dalam menilai hasil investasi aktiva keuangan.
Pasar keuangan terbagi
menjadi dua yaitu Pasar Uang dan Pasar Modal. Pasar uang atau money market
adalah pasar transaksi dana dan surat berharga jangka pendek (< 1 tahun).
Sedangkan Pasar Modal atau Capital Market adalah pasar untuk berbagai instrument
keuangan jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik surat utang (obligasi,
saham maupun yang lainnnya)
- Jenis-jenis dari pasar keuangan adalah
è -Pasar
aktiva fisik atau disebut juga pasar aktiva berwujud atau riil, yaitu pasar yang digunakan untuk menjual barang-barang seperti
komputer, mobil dan juga mesinnya. Sedangkan pasar aktiva keuangan berhubungan
dengan penjualan saham, obligasi, dan wesel terhadap aktiva ril lainnya, dimana
nilainya ditentukan dari perubahan harga aktiva lainnya.
è -Pasar
uang, yaitu tempat dimana dana itu dipinjamkan untuk jangka waktu yang
pendek atau kurang dari satu tahun.
è -Pasar
modal, yaitu tempat yang disediakan untuk
utang jangka panjang dan juga untuk saham perusahaan. contohnya yaitu: New York
Stock Exchange, yang mana tempat ini menjual saham terbesar di Amerika Serikat.
è -Pasar
hipotik, yaitu pasar yang berhubungan
dengan pinjaman bagi perumahan, komersial dan tanah pertanian. Sedangkan pasar
kredit konsumen berhubungan dengan pinjaman berupa mobil dan peralatan dan juga
pinjaman untuk pendidikan.
è -Pasar
dunia, nasional, regional dan lokal,
yang mana pasar ini tergantung dari ukuran organisasi dan ruang lingkup
operasi, organisasi bisa meminjam dari seluruh penjuru dunia, maupun daerah
lokal.
è -Spot
market dan juga future market,
ini merupakan istilah atau sebutan yang menunjukkan apakah aktiva yang dibeli
atau dijual dikirimkan di tempat atau dalam beberapa hari, atau dikirimkan pada
tanggal tertentu.
è -Pasar
primer, yaitu pasar yang digunakan oleh
perusahaan untuk bisa mendapatkan modal baru. Dimana perusahaan yang menjual
saham baru akan menerima dari hasil penjualan tersebut, yaitu di pasar primer.
è -Pasar
sekunder, yaitu pasar dimana sekuritas itu
diperdagangkan di antara para investor. Pasar sekunder yang paling aktif dan
paling penting bagi manajer keuangan adalah pasar saham. Di pasar inilah harga
saham perusahaan ditentukan.
è -Pasar
swasta, yaitu pasar yang didalamnya
terjadi transaksi yang dilakukan oleh dua pihak secara langsung.
- Bentuk-Bentuk dari Perantara Keuangan
1.
Bank Komersial, adalah bank
yang melayani berbagai penabung dan peminjam dana, namun pada saat ini beberapa
lembaga keuangan lainnya juga telah memberikan jasa rekening giro yang juga
mempengaruhi jumlah uang yang beredar secara substansial. Akan tetapi bank
komersial juga lebih luas dalam memberikan jasa termasuk juga broker saham dan
asuransi. Bank komersial tidak sama dengan bank investasi. Bank komersial itu
tugasnya adalah meminjamkan uang, sedangkan bank investasi adalah membantu
perusahaan untuk memperoleh modal dari lain pihak.
2.
Asosiasi Tabungan dan Pinjaman,
adalah suatu bentuk perantara keuangan yang secara tradisional melayani
penabung secara individu dan penduduk serta peminjam hipotik komersial dalam
memperoleh dana dari penabung kecil dan kemudian meminjamkan dana ini kepada
peminjam lainnya.
3.
Mutual Saving Bank,
yang mana bentuk perantara ini hampir sama dengan lembaga asosiasi tabungan dan
pinjaman, yang mana lembaga ini menerima tabungan dari individu dan memberikan
pinjaman dalam jangka waktu yang panjang kepada konsumen
4.
Credit Union, yaitu lembaga
yang anggotanya memiliki ikatan yang sama, yang mana tabungan hanya dipinjamkan
kepada anggota lainnya, yang pada umumnya digunakan untuk pembelian kendaraan,
perbaikan rumah. Bentuk perantara yang satu ini, yang dianggap oleh para
konsumen menjadi perantara yang paling murah dari pada yang lain.
5.
Dana Pensiun, yaitu program
yang digunakan untuk pensiunan karyawan yang dibiayai oleh perusahaan atau agen
pemerintah, dan program ini diatur oleh departemen trust dari bank komersial
atau perusahaan asuransi jiwa.
6.
Perusahaan Asuransi Jiwa,
yaitu lembaga yang menerima tabungan dalam bentuk premi tahunan, melakukan
investasi atas dana dalam bentuk saham dan obligasi. Perusahaan ini juga
menawarkan berbagai program tabungan dengan penangguhan pajak yang memberikan
keuntungan kepada para pesertanya pada saat pensiun.
7.
Mutual Funds, yaitu lembaga
yang menerima uang dari penabung dan kemudian menggunakan dana tersebut untuk
membeli saham, obligasi jangka panjang dan juga utang jangka pendek yang
diterbitkan oleh perusahaan atau unit pemerintah.
- Peranan Pemerintah terhadap Pasar Keuangan
a.
Sistem
Bank Sentral
Bank setral
disini memiliki seperangkat instrumen yang digunakan untuk mempengaruhi
kegiatan operasi bank-bank komersial, dimana kegiatan pinjaman dan investasi
tersebut berpengaruh terhadap biaya dan ketersediaan uang. Bank sentral disini
sering mempengaruhi operasi pasar dengan cara membeli dan menjual surat
berharga, menambah serta mengurangi jumlah dana yang ada dalam masyarakat.
Kenaikan tingkat diskonto oleh bank sentral akan diikuti oleh penurunan suku
bunga bank begitu juga sebaliknya. Jika bank sentral membeli atau menjual surat
berharga di pasar terbuka, maka penawaran dan harga dana akan dipengaruhi, dan
berakibat suku bunga atas surat berharga akan berubah.
b.
Kebijakan
Fiskal
Kebijakan fiskal yang telah
dilakukan oleh pemerintah sangat berpengaruh terhadap tingkat suku bunga. Jika
perusahaan itu mengalami defisit, maka hal itu akan mendorong kenaikan tingkat
suku bunga, sedangkan jika terjadi surplus, maka anggaran tersebut akan menekan
kenaikan tingkat suku bunga.
- Jenis-jenis Instrumen Dalam Pasar Keuangan
a.
Mata Uang
Adalah suatu
kewajian yang diterbitkan oleh U.S. dalam bentuk mata uang yang berwujud logam
maupun kertas.
b.
Hutang
Adalah janji
untuk membayar kepada kreditur dengan sejumlah uang tertentu ditambahkan dengan
bunga pada tanggal di masa depan.
c.
Klaim-klaim ekuitas
Klaim ekuitas ini adalah saham
kepemilikan atas organisasi.
- Macam-macam transaksi yang terjadi pada pasaran keuangan antara lain adalah:
-Pasar Uang antar Bank
Pasar
uang anta bank merupakan transaksi penyerahan sejumlah kelebihan dari suatu
bank kepada bank yang lain. Bank yang mempunyai kelebihan dana disebut
kelebihan likuiditas, sedangkan bank yang kekurangan dana disebut kekurangan
likuiditas atau kalah kliring
-Sertifikat Bank Indonesia (SBI)
Sertifikat
Bank Indonesia merupakan jenis surat berharga yang dikeluarkan oleh bank
indonesia selaku bank sentral, yang dimaksudkan untuk dibeli oleh bank umum
dengan nilai nominal yang sangat besar. Tujuan bank Indonesia mengelurkan
sertifikat tersebut adlah mengurangi peredaran uang didlam masyarakat.
-Suarat Berharga Pasar Uang
Surat
Berharga Pasar Uang (SBPU) adlah surat berharga yang dikeluarkan oleh bank umum
dan hanya dibeli oleh bank Indonesia dengan nilai nominal yang cukup besar.
Tujuan adanya SBPU ini adalah menigkatkan likuiditas bank umum dan untuk
menekan laju inflasi.
-Sertifikat Deposito
Sertifikat
deposito merupakan semacam surat berharga yang dikeluarkan oleh Bank dalamnilai
nominal tertentu sebagai suart atas unjuk.
-Pasar Valuta Asing (Bursa Valuta
Asing)
Pasar
valuta asing merupakan tempat seseorang dapat membeli atau menjual sejenis mata
uang asing atau menukar dengan mata uang rupiah. Adapun nilai tukar uang yang
ditukarkan disebut kurs valuta asing.
Daftar
Rujukan
Sartono,agus.2012.Manjemen
Keuangan Teori dan Aplikasi.Yogyakarta:BPFE-Yogyakarta
Lukman
Syamsuddin. 2011. Manajemen Keuangan
Perusahaan. Jakarta:PT. Raja Grafindo Persada.
Harmono.
2009. Manajemen Keuangan.
Jakarta:Bumi Aksara.
Find,J
Western dan Ecopeland.1995.Manajemen keuangan. Jakarta: Bina Rupa Aksara
Monday, September 1, 2014
LAPORAN KEUANGAN,NERACA,LABA RUGI,DAN ARUS KAS - Tugas 2
LAPORAN KEUANGAN,NERACA,LABA RUGI,DAN ARUS KAS
ROFI'ATUL HASANAH
130411612506
PTTN A'13
Dalam
sebuah kegiatan Perusahaan Manajemen Keuangaan mempunyai tujuan untuk
subtantibility,memaksimumkan nilai perusahaan,mensejahterakan para pemegang
saham,serta meningkatkan laba perusahaan. Dalam kegiatannya untuk mewujudkan
tujuan tersebut manajemen keuangan wajib memberikan laporan keuangan secara
sitematik dan periodik terutama kepada para pemegang saham sebagai bukti aliran
dana serta sebagai bahan evaluasi atas kinerja yang dilakukan manajemen
keuangan selama periode tertentu.
1.
Definisi Laporan Keungan
Laporan keungan merupakan laporan
yang menggambarkan keadaan keuangan (financial)
suatu perusahaan pada periode tertentu dengan menganalisis aliran dana
perusahaan baik dalam hal pendapatan,pengeluaran serta perhitungan laba.
Laporan keuangan sangat dibutuhkan perusahaan sebagai bukti dari manajemen
keuangan kepada para manajemen lainnya,kreditur,para pemegang saham serta
pihak-pihak lain yang mempunyai kepentingan dalam perusahaan untuk menunjukkan
kondisi keuangan (financial)
perusahaan.
2.
Jenis-Jenis Laporan Keuangan
Ø Neraca
Neraca
merupakan laporan keuangan suatu perusahaan yang melaporkan kekayaan
(aset),kewajiban keuangan serta modal(ekuitas) perusahaan pada periode waktu
tertentu
|
AKTIVA
|
PASSIVA
|
||
|
AktivaLancar
|
|
Hutang
|
|
|
Kas
|
Rp 20.000.000
|
Hutangdagang
|
Rp 20.000.000
|
|
Piutang
|
Rp 15.000.000
|
Hutangobligasi
|
Rp 50.000.000
|
|
Persediaan
|
Rp 15.000.000
|
|
|
|
Perlengkapan
|
Rp 10.000.000
|
|
|
|
|
Rp
60.000.000
|
|
|
|
AktivaTetap
|
|
Modal
|
|
|
Peralatan
|
Rp 15.000.000
|
Modal Sendiri
|
Rp 75.000.000
|
|
Gedung
|
Rp 60.000.000
|
Saham
|
Rp 100.000.000
|
|
Tanah
|
Rp 50.000.000
|
|
|
|
Kendaraan
|
Rp 60.000.000
|
|
|
|
TOTAL AKTIVA
|
Rp 245.000.000
|
TOTAL PASSIVA
|
Rp 245.000.000
|
Gambar 1.1
Contoh Neraca
ASET
= KEWAJIBAN + MODAL
Ø Laporan Laba-Rugi
Dalam
tujuan manajemen keuangan perusahaan adalah menginginkan adanya laba. Laporan
Laba-rugi merupakan laporan yang disusun untuk menggambarkan keberhasilan
(laba) atau kegagalan (rugi) dalam operasi perusahaan dalam suatu periode tertentu.
|
Pendapatanperusahaan
|
|
Rp 250.000.000
|
|
|
|
|
|
Beban-bebanoperasional
(termasukdepresiasiRp 1.000.000)
|
|
(Rp 90.000.000)
|
|
Labaoperasi
|
|
Rp 160.000.000
|
|
Bunga
|
|
(Rp 50.000.000)
|
|
EBIT
|
|
Rp
110.000.000
|
|
Pajak
|
|
(Rp
11.000.000)
|
|
EAT
|
|
Rp 99.000.000
|
Gambar 1.2
Laporan
laba-rugi
LABA
BERSIH= PENDAPATAN – BEBAN
Ø Laporan
Arus Kas
Laporan
arus kas merupakan laporan yang menggambarkan besar penerimaan dan pengeluaran
perusahaan dalam suatu periode tertentu.
Laporan
Arus Kas dibedakan menjadi tiga yaitu:
a) Arus
Kas Operasi
Arus kas operasi adalah kas yang berasal
dari aktivitas bisnis perusahaan secara normal.Dalam penghitungan arus kas operasi
didasarkan pada penjualan dikurangi beban (tidak termasuk penyusutan danbunga,
tapi memasukkan pajak karenapajak di bayar dengankas)
b) Arus Kas Investasi
Arus kas investasi
bersih adalah kas yang dikeluarkan untuk aktiva tetap dikurangi kas yang
diterima dari penjualan aktiva tetap.
c) Arus Kas Pendanaan
Arus kas
pendanaan adalah kas yang berkenaan dengan penggunaan dan perolehan sumber dana.
C. Analisis Laporan
Keuangan
Analisis keuangan
dilakukan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan perusahaan. Informasi tersebut
berguna sebagai bahan pertimbangan pengambilan keputus an di masa depan dan untuk
menilai bagaimana kinerja manajemen. Analisis laporan keuangan biasanya
dilakukan oleh para para pemberi modal seperti kreditor,investor dan oleh
perusahaan itu sendiri. Adapun alat yang dapat dilakukan untuk mengetahui informasi
tersebut adalah dengan analisis rasio keuangan.
Ada lima aspek
rasio keuangan dalam perusahaan;
1.
Konsep Likuiditas (Liquidity Ratio)
Rasio ini
merupakan gambaran kemampuan perusahaan dalam melunasi hutang jangka pendek
dalam waktu kurang dari satu tahun.
. Cara
mengukurnya dengan:
a.
Current Ratio,
Mengukur kemampuan
perusahaan untuk membayar hutang jangka pendek dengan menggunakan aktiva sendiri.
b.
Quick Ratio,
Cara mengukurnya
hampir sama dengan current ratio tapi tidak menyertakan persediaan karena kurang
liquid.
c.
Cash ratio,
Mengukur
kemampuan perusahaan dengan melihat jumlah kas dan surat berharga untuk membayar
hutang. Semakin tinggi rasio kondisi perusahaan semakin baik.
2.
Activity ratio,
Rasio keuangan
perusahaan yang mencerminkan perputaran suatu aktiva yang mencerminkan
aktivitas perusahaan. Besar kecilnya activity ratio dapat dihitung dengan cara:
a.
Inventory turnover,
Mengukur kemampuan
perputaran persedian dalam menghasilkan penjualan.
b.
Average days in inventory,
Mengukur
rata-rata hari dana terikat dalam persediaan.
c.
Receivable turnover,
Mengukur perputaran
piutang dalam menghasilkan penjualan.
d.
Days sales outstanding,
Mengukur waktu penerimaan
kas dari penjualan.
e.
Fixed assets turnover,
Mengukur efektivitas
penggunaan aktiva tetap untuk menghasilkan penjualan
f.
Total assets turnover,
Mengukur efektivitas
penggunaan seluruh aktiva untuk menghasilkan penjualan.
3.
Profitability Ratio,
Mengukur kemampuan
perusahaan untuk menghasilkan laba dengan mendayagunakan semua yang dimiliki perusahaan.
a.
Return of assets,
Mengukur kemampuan
perusahaan menghasilkan laba dengan mendaya-gunakan seluruh asset perusahaan setelah
pajak.
b.
Return on equity,
Mengukur kemampuan
perusahaan dalam menghasilkan laba setelah pajak dengan menggunakan modal
sendiri.
c.
Basic earning power
4.
Leverage Ratio,
Ratio ini mengukur menggunakan hutang dalam pembelanjaan
perusahaan. Cara mengukurnya dapat dilakukan dengan cara:
a.
Debt ratio,
Mengukur proporsi
dana yang bersumber dari hutang untuk membiayai perusahaan.Semakin tinggi rationya
semakin tinggi resiko keuangan perusahaan.
b.
Times interest earned ratio,
Mengukur kemampuan
perusahaan untuk membayar beban sebelum pajak dan bunga. Semakin tinggi rationya
maka semakin baik kemampuan perusahaan untuk membayar bunga.
c.
Long-term debt to equity ratio, Mengukur perbandingan penggunaan hutang jangkapanjang
dengan modal sendiri. Semakin tinggi ratio maka semakin tinggi pula resiko keuangan
perusahaan.
5.
Market value ratio,
Berkaitan dengan
penilaian kinerja saham perusahaan yang telah didagangkan di pasar modal.
Market value ratio dapat dihitung dengan cara:
a.
Price earnings ratio,
Menilai prospek pertumbuhan
perusahaan di masa depan.
b.
Dividend yield,
Berapa besar tingkat
laba berupa deviden yang mampu dibayarkan
kepada pemegang saham.
c.
Dividend payout ratio,
Menyangkut berapa
besar laba bersih setelah pajak yang mampu dibayarkan kepada pemegangsaham.
d.
Market to book ratio,
Mengukur penilaian
perusahaan terhadap manajemen dan organisasi.
Daftar Rujukan
Harmono.2011.Manajemen Keuangan Berbasis Balanced Scorecard Pendekatan Teori,Kasus,dan Riset Bisnis.Jakarta:Bumi Aksara
Syamsuddin,Lukman.2011.Manajemen Keuangan Perusahaaan:Jakarta:P Raja Grafindo Persada
Sudana, I Wayan.2011. ManajemenKeuangan Perusahaan
TeoridanPraktik.Jakarta :Erlangga
Husnan, Suad. 2001. ManajemenKeuangan Perusahaan edisi 4.Jogjakarta
: BPFE
Jusup, Al. Haryono.2011.
Dasar-DasarAkuntansiJilid 1 edisi 7.Yogyakarta
: STIE YayasanKeluargaPahlawan Negara
Subscribe to:
Posts (Atom)